Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang di raih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan yang melawan hukum gravitasi.Para pakar matematikanya menciptakan aljabar, juga logaritma yang menjadi landasan pengembangan teknlogi computer dan penyusun bahasa Computer. Para Dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mamppu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Para pakar Astronominya mengamati langit, memberikan nama bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa.
Para penulisnya menghasilkan ribuan kisah. Diantaranya kisah-kisah tentang keberanian, cinta kasih, dan ilmu sihir. Para penyairnya menulis berbagai karya sastra bertemakan cinta,sementara penyair-penyair sebelumnya mereka terlalu takut untuk memikirkan hal-hal seperti itu.
Ketika bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradapan ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain.
Peradaban Barat Modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksud adalah dunia ISLAM dari tahun 800 M sampai dengan 1600 M, termasuk didalamnya wilayah Negara hilafah Utsmaniah, Baghdad, Daamaskus, dan Kairo, demikian pula masa-masa para pemmpin yang cemerlang, seperti Khalifah Sulaiman yang Perkasa.
Meskipun kita sering tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban lain, namun tdak bisa disangkal bahwa karya-karya besar peradaban Islam merupakan bagian penting dari warisan kita. Tekhnologi industri tidak akan eksis tanpa kontribusi pakar-pakar matematika Arab(baca:Islam). Demikian pula penyair sekaligus filsuf Jalaluddin Rumi memperkenalkan kepada kita konsep diri dan kebenaran. Sementara para pemmpin seperti Khalifah Slaiman mengajarkan kepada kita toleransi dan kepemimpinan public. Mungkin pula kita dapat mengambl pelajaran dari beliau tentang kepemimpinan yang berlandaskan pada meritokrasi bukan warisan. Yakni kepemimpinan yang memanfaatkan segala kemampuan rakyat, baik yang beragama Islam, Kristen maupun Yahudi.
Model kepemimpinan yang cemerlang inilah yaitu kepemimpinan yang memelihara, mengayomi, penuh keragaman, dan penuh keberanian yang mampu menghasilkan berbagai penemuan dan menciptakan kesejahteraan selama 800 tahun….”
0 comment:
Posting Komentar
silahkan entri sepucuk komentar